Selasa, 07 Februari 2012

Macan Kemayoran Terkam Mutiara Hitam

Persija Jakarta sukses menekuk tamunya Persipura Jayapura dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan Superliga Indonesia (ISL) 2011/12 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Gol semata wayang striker tajam Persija Bambang Pamungkas dari titik putih sudah lebih dari cukup untuk menghadirkan tiga poin krusial bagi tim ibu kota sekaligus menghapus kekalahan pahit sebelumnya dari tim asal Papua lainnya, Persiwa Wamena. Pada laga ini juara bertahan ISL tidak diperkuat striker andalan Boaz Solossa yang masih berkutat dengan cedera yang dialaminta. Di awal pertandingan, tim Mutiara Hitam langsung menguasai jalannya pertandingan. Serangan demi serangan dilancarkan ke arah jantung pertahanan Persija yang lebih berkonsentrasi di area belakang sambil sesekali melakukan serangan balik. Berulangkali Alberto Goncalves memperlihatkan manuver berbahaya di depan gawang Persija Andrytani namun alih-alih berbuah hasil positif, Persipura justru mendapat bencana jelang babak pertama berakhir. Berawal dari tendangan bebas yang dilakukan Ismed Sofyan, bola mengenai tangan bek Bio Paulin di area kotak penalti. Tak ayal wasit Hadi Suroso yang memimpin jalannya pertandingan langsung menunjuk titik putih. Bepe yang ditunjuk sebagai algojo tidak menyi-nyiakan kesempatan emas untuk membawa timnya unggul. Situasi yang tidak jauh berbeda terjadi di interval kedua. Persipura tetap melancarkan serangan berbahaya namun kali ini para pemain Persija lebih tenang dalam menghadapi tekanan berat lawan. Di menit 68 Persipura nyaris menyamakan kedudukan melalui pemain muda Lukas Mandowen. Tendangan chip penyerang bertubuh mungil itu diselamatkan mistar gawang. Gempuran tim tamu tidak berhenti namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat mereka gagal menggetarkan jala lawan. Hingga laga berakhir skor tidak berubah 1-0 untuk keunggulan Persija. Dengan kemenangan ini Persija menempati peringkat ketujuh klasemen sementara dengan nilai 16 dari sembilan pertandingan sementara status capolista Persipura terancam digeser oleh Persiwa dan Sriwijaya FC. Sumber : www.goal.com Selengkapnya...

Sabtu, 04 Februari 2012

BAMBANG PAMUNGKAS, idola, panutan dan seribu kata yang tak pernah cukup….

Siang itu kegiatan gw membaca tabloid kesayangan gw agak terganggu oleh ulah dua bocah yg “beradu” argument. “Bepe yg paling jago, nyundulnya hebat” ujar bocah yg kebetulan saat itu memakai jersey persija bernomor 20 bertuliskan BAMBANG P di bagian belakangnya. “Gak bisa, gonjales paling jago” bocah satunya tak mau kalah mengeluarkan pujian pada pemain jagoannya,dan kebetulan pula dia memakai kaos merah timnas dengan nama GONZALES. Kegiatan membaca gw benar-benar gw hentikan, ehmmmm Bambang Pamungkas, sosok yang tak mungkin di lepaskan dari hingar bingar sepakbola nasional dalam kurun waktu 1 dekade terakhir. Pemain kelahiran salatiga, 10 Juni 1980 ikon klub PERSIJA JAKARTA, satu-satunya klub profesional dalam negeri yg pernah ia bela hingga saat ini, loyalis yang mungkin akan sangat sedikit kita jumpai keidentikannya sekarang ini. Awal karirnya, kesan yang timbul ketika di sebutkan nama bepe adalah jago header. Ya, Bepe adalah penyundul kelas wahid negeri ini, yang jika diperhatikan lebih seksama sangat kontras dengan tinggi badannya “hanya” 168 cm. Tapi kini orang (gw khususnya) mengenal sosok Bambang pamungkas bukan hanya sebagai raja udara, tapi lebih dari itu, berbicara skill maaf kalo gw berani menyebut bambang adalah tipikal pemain dengan teknik komplet, kaki kanan,kiri dan kepalanya hidup, tendangan bebasnya pun berkelas. Selain itu seorang bepe adalah profesional sejati, loyalis, santun, pintar, dan pemain tingkat intelejensia yg tinggi karena satu dari sedikit pemain Indonesia yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa inggris dengan baik, ganjaran yang sudah sepantasnya didapatkan disaat Ban KAPTEN timnas yg membebat lengannya. Gw adalah satu dari mungkin ribuan orang melek bola yang menjadikan Bambang Pamungkas panutan tidak saja di dalam tapi juga di luar lapangan, dan konyolnya ada orang yang “benci” pada sosok pemain yg hingga kini adalah pemegang rekor caps dan gol terbanyak di timnas Indonesia. Maaf bukan gw terjebak fanatisme buta, tapi gw belom bisa menemukan alasan yang tepat membuat mereka membenci Bepe, sebagai contoh, bepe lamban? kenapa itu tak dijadikan alasan 5-7 tahun lalu? Bepe tidak produktif? dia adalah 1 dari 2 pemain lokal ( bersama boas, tanpa menghitung el loco yang naturalisasi ) yang selalu konsisten berada di daftar top skor liga tiap musimnya. Jadi, beri alasan yang tepat dan jangan asal bilang benci dan mengolok olok kapten timnas tanpa sebab yg jelas, sebelum mencibir bepe liat apa yang sudah idola lo atau diri lo lakukan untuk sepakbola negeri ini? Selalu gw bilang, membicarakan seorang Bambang Pamungkas tidak akan cukup dengan media sebuah buku yang terbatas halaman, Bepe adalah cerita trailer yang akan terus berseri dan kita akan terus di buat menebak apa cerita selanjutnya. Semakin kita keras berusaha menebak maka makin sulit menemukan jawabannya karena yang tahu apa isi dari cerita selanjutnya adalah sang khalik sebagai penulis skenario dan Bambang Pamungkas sendiri sebagai tokohnya. Selama Bepe masih berperan dan berkenan memberikan sumbangsihnya pada bola negeri ini (yang semakin tidak jelas juntrunganya paling tidak melihat kondisi saat ini), alangkah baiknya yg kita berikan adalah support, dukungan dan motivasi bukan malah cacian, makian atau olok-olok konyol yang tidak ada gunanya. (Repez-JO) GUA ANGKAT RESPEK TINGGI BUAT IDOLA GUA BAMBANG PAMUNGKAS… JUGA BUAT LO YG GAK MENYUKAI BELIAU TAPI MENUNJUKAN SIKAP ELEGAN SEBAGAI SEORANG MAKHLUK SOSIAL YANG D KARUNIAI RASA SALING MENGHORMATI. MAJU TERUS KAPTEN……. BAMBANG PAMUNGKAS20 Sumber : jakonline.asia Selengkapnya...

Jumat, 03 Februari 2012

Kisruh Suporter Iringi Kekalahan Persija Jakarta

Tim Ibu kota Persija Jakarta dipaksa menelan kekalahan tipis 2-1 dari Persiwa Wamena pada laga lanjutan Superliga Indonesia 2011/12 yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Jumat (3/2) petang WIB. Meski diselingi beberapa adegan keras, laga kedua tim berjalan menarik sayang insiden memalukan hingga laga terhenti beberapa lama terjadi di babak kedua. Persija yang bertindak sebagai tuan rumah, mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Beberapa peluang mampu mereka raih melalui Ramdani Lestaluhu, Octavianus dan Bambang Pamungkas namun kegemilangan kiper muda Galih Firmansyah mampu meredam semua serangan tim berjuluk Macan Kemayoran. Skor imbang kacamata bertahan hingga babak pertama usai. Dibombardir di babak pertama, Persiwa justru membuka gol di awal interval kedua. Bermula dari set-piece tendangan sudut, bola disambut tandukan kepala Yuichi Shibakoya yang kemudian disempurnakan Yesaya Desnam. Dalam posisi tertinggal, Persija coba meningkatkan tempo permainan. Upaya ini berhasil menghadirkan beberapa peluang emas namun gol yang dinanti tak kunjung datang. Kericuhan terjadi pada menit 74. Wasit Setiyono yang memimpin pertandingan memberikan hadiah penalti pada Persija setelah Yuichi dianggap hand ball di kotak terlarang. Tidak terima dengan keputusan tersebut, pemain Persiwa melakukan protes keras dan tidak lama kemudian suporter Persiwa ikut memasuki lapangan hijau mengejar wasit. Gagal melampiaskan kekesalan, pemain Persija mulai diburu termasuk suporter di tribun, beruntung aksi ini bisa diredam petugas keamanan. Setelah pendekatan persuasif dilakukan perangkat pertandingan, laga akhirnya dilanjutkan dan penalti dieksekusi Bambang Pamungkas dengan baik untuk menyamakan kedudukan. Tidak lama setelah pertandingan berlansung kembali, tepatnya menit 83, punggawa asing Wamena Eddy Foday Boakay mencetak gol kemenangan yang menyegel tiga poin penting bagi timnya. Persija coba membalas namun pada akhirnya mereka dipaksa mengakui keunggulan lawan. Sumber : www.goal.com Selengkapnya...

Rabu, 01 Februari 2012

Persija Waspadai Kekompakan Persiwa

Persija Jakarta akan menjamu Persiwa Wamena di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, 3 Februari 2012. Pelatih Persija, Iwan Setiawan meminta pasukannya agar mewaspadai permainan kolektif tim Badai Pegunungan dalam laga nanti. Menurut Iwan, sebagai tim asal Papua, Persiwa dikenal sebagai tim yang mampu bermain baik secara tim. Kolektifitas dan kekompakan tim dalam menjalankan strategi pelatih tersebut diprediksi bakal menyulitkan Persija saat bentrok dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12 nanti. "Kami melihat kolektifitas permainan Persiwa cukup baik. Mereka memang banyak pemain yang tidak menonjol, tapi mereka mempu bermain baik as a team. Mereka juga pekerja keras di lapangan. Faktor itu yang harus diwaspadai," ujar Iwan pada VIVAbola, Selasa 31 Januari 2012 saat menyinggung kekuatan tim lawan. Menurut Iwan, selain kolektifitas permainan Persiwa, faktor mental juga menjadi perhatian serius untuk bisa menaklukan klub-klub asal Papua. Menurutnya, para pemain Persiwa memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi, yang dipadukan dengan kemampuan bekerja keras di lapangan. "Yang dominan dari tim-tim asal Papua adalah kepercayaan diri mereka. Mereka juga tipikal pekerja keras. Dua faktor itu yang harus kami lawan dulu. Jika kalah kepercayaan diri dan kalah kerja keras, kami akan kalah. Tapi jika kami bisa menang disitu, saya yakin kami bisa menang. Setelah itu, baru kita bicara soal taktik, siapa yang lebih unggul," jelas Iwan. Bertanding di Yogjakarta, Iwan meyakini skuad Macan Kemayoran bakal mampu meladeni permainan kolektif ala Persiwa. Menurut Iwan, dua kemenangan laga away Persija sebelumnya menjadi jaminan mereka bakal all out di laga tersebut. "Kami sudah buktikan bisa mencuri poin jika bermain di luar. Mudah-mudahan anak-anak bisa konsisten," pungkas Iwan. Sumber : www.bolaindo.com Selengkapnya...

Iwan Setiawan: Julukan The Young Gun Pantas Disandang Persija Jakarta

Pelatih Persija Jakarta Iwan Setiawan mengklaim skuad Macan Kemayoran lebih pantas mendapat label The Young Gun dari Pelita Jaya. Pelatih yang berangkat dari posisi direktur teknik di Persija itu tidak sembarang ucap karena dari sepuluh pemain paling muda yang terdata di Badan Liga Indonesia (BLI) lima di antaranya berkostum oranye. "Status The Young Gun seharusnya kami sandang. Silakan Anda cek, lima dari sepuluh pemain paling muda yang beraksi di Superliga Indonesia adalah milik kami dan mereka aktif bermain," jelas Iwan beberapa waktu lalu di Jalak Harupat. "Kemampuan mereka tidak bisa dianggap remeh. Kalau boleh jujur, Persija bahkan berharap banyak pada pemain seperti Rudi Setiawan, dia salah satu pemain masa depan kami." Di saat yang sama Iwan menjelaskan Persija saat ini sedang menyusun tim untuk jangka panjang. Selain banyaknya pemain muda, skema kontrak pemain per musim sudah ditanggalkan. "Persija sedang merancang tim masa depan? Mudah-mudahan saja terwujud karena pemain kami rata-rata dikontrak selama tiga musim," tutupnya. Sumber : www.goal.com Selengkapnya...

Baris Video

Loading...

  © Blogger template Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP