Selasa, 13 Maret 2012

Dua Gol Menit Akhir Menangkan Persija Atas Persegres

Persija Jakarta harus menanti hingga menit ke-90 untuk mencetak gol saat mengalahkan Persegres Gresik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (13/312). Kedua tim tampil tanpa gelandang andalannya. Tuan rumah Persija tidak dapat diperkuat Robertino Pugliara, sementara mantan gelandang Persija, Agus Indra Kurniawan, tak bisa memperkuat Persegres. Persija Jakarta mencoba memanfaatkan lebar lapangan dengan mengoptimalkan bek sayap Ismed Sofyan. Persegres membuka celah lewat umpan-umpan terobosan Uston Nawawi. Persegres menyerang pada menit ke-19. Gaston Castano lolos dari jebakan offside saat menerima umpan terobosan. Namun tendangannya masih melebar meski tinggal berhadap-hadapan dengan kiper Andritany. Satu menit kemudian, giliran ‘Macan Kemayoran’ yang melancarkan serangan. Tendangan jarak jauh Leo Saputra dari luar kotak penalti masih bisa dihentikan kiper Herry Prasetya. ‘Dewi Fortuna’ enggan berpihak pada Persija. Sundulan Fabiano pada menit ke-22 dan tendangan bebas Ismed Sofyan pada menit ke-24 masih mentah oleh tiang dan mistar gawang. Persija kembali melepaskan tembakan ke gawang pada menit ke-28. Sepak pojok Ismed Sofyan diteruskan Leo Saputra dengan sundulannya, namun bola masih dapat ditepis kiper lawan. Sementara sundulan Bambang Pamungkas satu menit kemudian masih melebar di samping kiri tiang gawang. Tempo permainan sedikit melambat di akhr babak pertama. Upaya Persegres lewat James Koko Lomel masih jauh dari sasaran. Wasit pun mengakhiri pertandingan dengan kedudukan imbang tanpa gol. Di babak kedua, Persija langsung menekan. Namun percobaan Ismed dan Pedro masih belum menemui sasaran. Sementara Gaston kembali gagal memaksimalkan peluang untuk Persegres setelah lolos dari jebakan offside. Tendangannya melebar. Sejumlah peluang didapat Persija dari dalam kotak penalti. Menit ke-59, sundulan Bambang Pamungkas menyambut umpan silang Ismed dapat ditangkap Herry Prasetya. Delapan menit kemudian, sontekan Pedro menyambut umpan silang Leo melambung terlalu tinggi. Satu menit kemudian, umpan sekali sentuhan Robertino Pugliara di kotak penalti diteruskan Octavianus dengan tendangan menyusur tanah. Lagi-lagi, sang kiper sigap menepisnya. Sebuah serangan balik dilancarkan Persegres pada menit ke-78. Namun tendangan Marwan Sayedeh masih bisa dihentikan Andritany. Persija sempat menggetarkan jala Persegres pada menit ke-83, namun dianulir wasit karena Bepe, sang eksekutor, berada dalam posisi offside. Baru pada menit ke-90 Persija unggul 1-0 berkat aksi Pedro Javier. Setelah melewati tiga pemain lawan, Pedro melepaskan tendangan dari sisi kanan kotak penalti. Bola berubah arah setelah mengenai kaki Ade Suhendra. Hanya selang satu menit, Persija menggandakan keunggulannya. Bepe sukses mencetak gol lewat sontekan mendatar menyambut terobosan Robertino. Wasit pun mengakhiri laga dengan skor 2-0 untuk Persija. Dengan tambahan tiga poin, Persija naik ke peringkat keempat dengan 26 poin dari 15 laga, menggeser Persela dengan 25 poin dari 14 laga. Sementara Persegres tetap di posisi 14 dengan 17 poin dari 15 laga. Sumber : www.bolaindo.com Selengkapnya...

Selasa, 28 Februari 2012

Keputusan Iwan Setiawan Sudah Final

Pelatih Iwan Setiawan mengaku memang diminta Persija Jakarta untuk tetap menjadi arsitek tim berjuluk “Macan Kemayoran” itu pasca-mengundurkan diri, pada Minggu (26/2/2012). Namun, Iwan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik PT Persija Jakarta itu menegaskan, keputusannya tersebut sudah final. Iwan menyatakan mundur sebagai pelatih Persija karena menilai masih ada ketidakjujuran dalam sepak bola Indonesia. Keinginan itu diungkapkannya usai Bambang Pamungkas dan kawan-kawan ditahan imbang tanpa gol oleh Persisam Samarinda dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) di Stadion Utama GBK, Minggu (26/2/2012) Dalam laga tersebut, Iwan secara khusus menyoroti kinerja wasit Jumaidi yang dinilainya berlaku tidak sportif dan tidak jujur saat memimpin pertandingan. Iwan mengaku sempat menemui wasit Jumadi untuk memintanya jujur dalam memimpin pertandingan tersebut usai turun minum. “Saya hanya orang kecil yang ingin memperbaiki kejujuran di sepak bola. Saya ingin menunjukan protes ketidakjujuran sepak bola di Indonesia,” ujar Iwan saat dihubungi di Jakarta, Senin (27/2/2012). “Mengenai pertandingan tadi malam yang dipimpin wasit Jumadi. mudah-mudahan bisa jadi perhatian wajah sepak bola kita, dalam hal ini ISL untuk bisa memperbaiki lagi kejujuran yang belum ada,” imbuhnya. “Jadi, keputusan saya itu sudah final, dengan catatan, jika sepak bola masih seperti ini, saya tidak akan kembali untuk menjabat sebagai pelatih kepala. Dan karena saat ini juga masih ada jabatan lain di Persija, yaitu Direktur Teknik di PT Persija,” katanya lagi. Iwan mengakui, sejumlah manajemen dan pemain Persija memang memintanya bertahan. Akan tetapi, jika ISL, khususnya kepemimpinan wasit masih menunjukan sikap tidak sportif, ia menilai harapan tersebut sulit untuk terlaksana. “Itu memang bisa saja terjadi, tapi saya minta garansi bahwa paling tidak untuk perjalanan Persija ke depan kami lebih diperlakukan adil, terutama dalam hal kepemimpinan wasit. Karena banyak kekecewaan ini, bagaimana kita kalah lawan sriwijaya, yang meskinya tidak dapat kartu merah tetapi dapat kartu merah,” tuturnya. Sumber : www.bolaindo.com Selengkapnya...

Minggu, 26 Februari 2012

Persija Jakarta & Persisam Samarinda Berbagi Angka

Persija Jakarta tidak berhasil mendapatkan poin maksimal di hadapan pendukungnya setelah harus puas bermain imbang tanpa gol melawan Persisam Samarinda di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta dalam lanjutan Superliga Indonesia 2011/12, Minggu (26/2). Hasil imbang ini tidak mempengaruhi posisi Persija di klasemen sementara. Persija tetap berada di peringkat ke tujuh dengan koleksi nilai 19 dari 12 pertandingan yang telah di jalani. Sedangkan Persisam naik satu tangga ke posisi sembilan usai mengumpulkan poin 17 dari 13 laga yang telah dilalui. Raihan angka Persisam sama dengan Gresik United, namun tim Elang Borneo unggul selisih gol. Persija dan Persisam mempergakan permainan terbuka di pertandingan ini. Kedua tim berupaya melakukan serangan cepat silih berganti untuk membuka keunggulan dari lawannya masing-masing. Namun ancaman berarti baru muncul setelah laga berjalan setengah jam. Pada menit ke-34, Pedro Javier berhasil melewati M Roby, dan melepaskan tendangan keras. Tapi kiper Agung Prasetyo masih mampu memblok bola. Ancaman Persija dibalas Persisam. Pada menit menit ke-40, Eka Ramdani melepaskan tendangan menyusur tanah, tapi bola berhasil diamankan penjaga gawang Andritany Ardhiyasa. Menjelang babak pertama berakhir, Agung kembali berhasil mencegah gawangnya dari kebobolan setelah ia menggagalkan upaya Robertino Pugliara, sehingga skor imbang tanpa gol bertahan di babak pertama. Persija memperagakan permainan lebih baik di babak kedua, sehingga menyulitkan Persisam untuk bermain menyerang. Permainan agresif tim Macan Kemayoran beberapa kali mengancam pertahanan tim tamu. Tuan rumah mendapatkan peluang di menit ke-59. Sepak pojok Ismed Sofyan disambut tandukan Fabiano Beltrame, tapi bola dapat ditepis Agung. Fabiano sebetulnya bisa membobol gawang Persisam selang tiga menit kemudian. Namun wasit menganulir gol itu, karena Fabiano dianggap berada dalam posisi off-side. Persisam mencoba merespon permainan agresif Persisam. Striker Yongki Aribowo mendapatkan peluang di menit ke-66. Namun tendangannya masih belum terarah. Persija kembali mendapatkan peluang pada menit ke-81. Menerima umpan terobosan, Bambang Pamungkas melepaskan tendangan keras, tapi kaki Agung masih mampu menjangkau bola, sehingga hanya menghasilkan sepak pojok. Agung kembali menyelamatkan gawang Persisam pada menit ke-84. Tandukan Fabiano berhasil ditepis kiper Persisam itu. Hingga pertandingan usai, skor imbang tanpa gol tidak mengalami perubahan. Sumber : www.goal.com Selengkapnya...

Jumat, 24 Februari 2012

Persija Terus Benahi Lini Belakang

Jelang laga kandang menjamu Persisam Samarinda di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Minggu 25 Februari 2012, skuad Macan Kemayoran terus digenjot memperkuat barisan pertahanan. Bermain di kandang sendiri, Persija tak mau membuang kesempatan untuk mengoleksi tiga poin kemenangan dalam laga nanti. Meski dikenal cukup solid, namun dalam latihan sore tadi, Kamis 23 Februari 2012, pelatih Iwan Setiawan kembali memfokuskan skuadnya untuk sigap mengantisipasi serangan lawan. Salah satu porsi yang diberikan kepada Ismed Sofyan Cs adalah latihan mengantisipasi serangan balik cepat yang kerap dilakukan Persisam, dengan Christian Gonzales-nya. “Ini sebetulnya saya sebut metode defending, and attacking tactic. Dimana kami berlatih bagaimana mengembangkan pola penyerangan, sekaligus mengantisipasi serangan musuh. Jadi mempertajam barisan depan sekaligus memperkuat barisan belakang,” jelas Iwan usai memimpin latihan. Iwan mengatakan, selain untuk memperkuat barisan belakang dari gempuran serangan balik, latihan sore tadi juga dimaksudkan untuk menyeleksi para pemain yang akan diturunkan dalam laga nanti. Menurut Iwan, bongkar pasang beberapa pemain berdasarkan kesiapan mereka rutin dilakukan Persija jelang pertandingan. “Pemain paling siap tentu yang akan diturunkan. Dalam beberapa posisi, kemampuan anak-anak saya nilai merata. Misalnya penjaga gawang. Antara Andritany dan Galih, semuanya dalam kondisi di puncak permainan. Kami harus berdiskusi panjang untuk menentukan siapa yang turun,” papar Iwan. Menjamu Persisam, Iwan mengaku optimis dapat meraih poin penuh di kandang sendiri. Iwan mengaku, dalam latihan sore tadi anak asuhnya menunjukan progres yang positif jelang laga nanti. Apalagi bermain di Jakarta, para punggawa Macan Kemayoran dipastikan bakal tampil beringas di depan ribuan suporter fanatiknya. Sumber : www.bolaindo.com Selengkapnya...

Kamis, 23 Februari 2012

Iwan Setiawan Redam Emosi dengan Baju Koko

Beragam gaya berbusana yang ditampilkan pelatih-pelatih klub peserta Liga Super Indonesia (ISL) saat mendampingi timnya bertanding. Pilihan busana dan aksesoris yang digunakan bahkan telah melekat sebagai ciri khas dari masing-masing pelatih. Sebut saja, pelatih Pelita Jaya, Rahmad Darmawan, yang kerap mengenakan topi saat berada di pinggir lapangan. Mantan pelatih Timnas U-23 SEA Games 2011 itu selalu tampil sporty dan santai. Begitu juga dengan pelatih Semen Padang, Nil Maizar, yang kerap tampil perlente dengan stelan kemeja dengan lengan digulung. Nah, yang tak kalah menariknya adalah pelatih Persija, Iwan Setiawan. Mantan pelatih PSMS Medan ini kerap mengenakan baju koko saat mendampingi Macan Kemayoran bertarung di lapangan. Menurut Iwan, baju koko yang dikenakannya tidak sekadar ciri khas. Sebaliknya, baju yang kerap dikenakan dalam acara-acara berbau religius itu ternyata punya pengaruh besar terhadap kemampuannya dalam mengontrol emosi di pinggir lapangan. “Saya mulai memakai model baju koko seperti ini sejak melatih Persija. Saya bisa lebih nyaman dan percaya diri untuk mendampingi tim dengan cara berpakaian seperti ini,” kata Iwan. “Koko identik dengan sesuatu yang religius, sesuatu yang Islami. Dengan mengenakan ini, saya bisa lebih mengontrol emosi dan lainnya. Ada pembelajaran dan kontrol diri saat mengenakannya.” Iwan menjelaskan bahwa dirinya adalah pelatih yang memiliki temperamen tinggi. Dia mengaku pernah diskors lantaran tak mampu mengontrol emosinya terhadap keputusan wasit dan lainnya. “Dengan memakai baju seperti ini saya lebih bisa ikhlas menerima hasil pertandingan. Saya merasa malu sendiri jika harus terbawa emosi. Tapi uniknya, selama saya memakai baju koko saat pertandingan, Persija tidak pernah kalah,” papar Iwan. Iwan mengatakan, punya 15 potong baju koko yang dibelinya dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, tak jarang Iwan terpaksa harus membuat sendiri model baju koko yang diinginkan karena tidak menemukan ukuran yang pas dengan badannya yang bongsor. Iwan juga mengaku tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk melengkapi koleksi baju kokonya. Sejauh ini, Iwan hanya menghabiskan kisaran Rp 150 ribu hingga Rp 400 ribu untuk masing-masing baju koko yang dimilikinya. “Ada yang beli jadi, ada juga yang bikin sendiri. Jika beli jadi, seperti koleksinya Itang Yunasz paling-paling kisaran seratus lima puluh sampai tiga ratus ribuan,” kata Iwan. “Tapi kalau bikin sendiri biasanya lebih mahal. Saya ingin lebih menghargai semangat sepakbola dengan mencoba tampil dengan niatan suci tanpa emosi,” kata Iwan menutup perbincangan. Sumber : www.bolaindo.com Selengkapnya...

Baris Video

Loading...

  © Blogger template Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP